Depan > Index Artikel > SEMANGAT KELOMPOK UPPKS DI DAERAH KEPULAUAN
SEMANGAT KELOMPOK UPPKS DI DAERAH KEPULAUAN
Sabtu, 6 Juli 2013  |  BkkbN

Oleh : Muhammad Ardani (Kasub bid Advokasi dan KIE)

​Salah satu tujuan umum dibentuknya kelompok UPPKS adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kegiatan usaha ekonomi produktif sehingga dapat menambahn penghasilan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Sedangkan tujuan khusus dibentuknya kelompok UPPKS antara lain untuk a) meningkatkan jumlah modal usaha dalam pengembangan usaha kegiatan kelompok UPPKS, b) meningkatnya jumlah kelompok UPPKS yang memperoleh modal usaha, c) meningkatknya jumlah anggota kelompok UPPKS yang berusaha, d) meningkatnya kualitas usaha kegiatan kelompok UPPKS,e) meningkatnya kesejahteraan keluarga khususnya keluarga Pra sejahtera (keluarga miskin)

Dalam Proses perkembangannya, seringkali ditemui kelompok UPPKS yang 'matisuri' bahkan ada juga kelompok yang bubar (kalau tidak dibilang bangkrut). Terlebih ketika dihentikannya Dana Bantuan Sosial (Bansos) yang bersumber dari DIPA BKKBN Pusat pada tahun 2010 yang lalu. Kelompok UPPKS di beberapa daerah semakin banyak saja yang 'layu sebelum berkembang'. Berdasarkan Evaluasi sementara diketahui bahwa tipologi kelompok UPPKS yang mati lebih disebabkan pada pengelolaan usaha yang kurang bisa berkembang menjadi lebih baik dan sangat tergantung pada suntikan modal dari pemerintah, sehingga ketika modal usaha dihentikan, serta merta kelompok UPPKS pada 'gulung tikar'.

Ditengah-tengah sikap pesimistis tentang eksistensi kelompok UPPKSini, masih 'beruntung' di Provinsi Kalimantan Selatan masih ada kelompok-kelompok UPPKS yang eksis bertahan, bahkan ada pula yang telah melakukan ekspansi pemasaran sampai ke provinsi tetangga (Prov.Kalimantan Timur).

Salah satu Kelompok UPPKS yang berhasil melewati 'seleksi alam' adalah kelompok UPPKS Bandeng, yang beralamat Desa Tanjung Mangkok Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru. Rute menuju pulau sebuku ditempuh selama 1 jam dari Kabupaten Kotabaru. Di Pulau yang dikeliling oleh Bagang (sebuah perangkat untuk menangkap ikan, red) inilah Kelompok UPPKS Bandeng memproduksi kerupuk yang berbahan dasar Ikan Tenggiri, konon kapasitas produksinya sebanyak 1500kg/hari. Penulis pernah berkesempatan mencicipi kerupuk buatan kelompok ini, memang aroma dan rasanya sangat berkelas dan beda dengan kerupuk sejenis lainnya.

Anggota Kelompok UPPKS Bandeng berjumlah sekitar 15 orang, walaupun berada di Kepulauan terpencil, namun tipologi kelompok ini merupakan kelompok UPPKS yang bukan hanya mampu bertahan, namun juga mampu mandiri dan terus berkembang.  Menurut H.Alimuddin, Kasubbag KS yang menangani Kelompok UPPKS dari Badan KB, PM dan PA Kabupaten Kotabaru, Kelompok UPPKS Bandeng sampai saat ini terus maju dan berkembang, dan bahkan saat ini sudah ada 2 (dua) kelompok UPPKS baru di pulau Tanjung Mangkok. (Di olah dari sumber : Drs.Abdul Munir,S.Sos, M.Sc dan Muhammad Ardani, S.Sos"Perjalanan Panjang Keluarga Berencana di Kalsel".Banjarmasin. 2011. )