Depan > Index Berita > Angka Pernikahan Dini di Kalsel Masih Tinggi
Angka Pernikahan Dini di Kalsel Masih Tinggi
Senin, 18 Februari 2013

​Banjarmasin, Kalimanta Post – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalsel mcncatat angka pernikahan dini di daerah ini masih
tinggi schingga, berpengaruh pada perkembangan penduduk ke depan. Faktor pcmikanan usia dini tcrscbul sampai sckarang masih mcndominasi pcrnasalahan
kcpcndudukan, hal itu dikctahui mclalui analisa semen tara Survei Demografi dan Kcschatan Indonesia(SDKI) 2012 mcnycbutkan pernikahan pertama terjadi
pada usia I9 tahun kebawa. Hal ini pun diakui Gubcrnur Kalsel Drs.Rudy Ariffin MM. menurutnya pcmikahan usia dini mcrupakan masalah dalam pelaksanaan
program kependudukan dan KB. karcna dapat mcngakibatkan buruknya scktor keschatan dan pendidikan sehingga berdampak pada rendahnya SDM. Faktor
dari pernikahan dini kcmungkinan lantaran pcmahaman orang tua kurang baik dan anak putus sckolah." Ujar gubemur. kcpada wartawan usai mcmbuka Rapat
Kcrja Dacrah (Rakcrda) dalam menyukseskan program Kependudukan dan Kcluarga Bcrencana (KB), kcmarin, di salah satu hotel Jalan  A Yani Km 7. Kcrtak
Hanyar. Salah satu upaya yang mesih dilakukan. kata Rudy, bagaimana agar anak-anak tidak putus sckolah. minimal wajib bclajar 12 tahun. Rudy mcminta
kepada scluruh kcpala sckolah dan guru untuk memantau anak didiknya. "Kalau ada anak didiknya yang tidak mclanjutkan sckolah silahkan lapor ke
pemerintah daerah. Untuk penanganan pernikahan usia dini ini marilah kita ‘keroyoki’ artinya semua unsure kerja sama mensosialisasikannya’ pinta gubernur.
Akibat dari itu, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 tidak akan tercapai karena masalah program KB dalam
pembangunan kependudukan masih tingginya angka usia menikah remaja, pendidikan rendah dari tahapan keluarga rendah. Kcpala Perwakilan BKKBN ,
Sunarto MPA, Ph,D mcngemukakan. pcmikan dini  tertinggi di Kalsel, yakni Hulu Sungai Utara (HSU). Hal ini berdasarkan pcnclitian yang dilakukan BKKBN
Kalsel, terbanyak akibai dan kcputusan orang tua. "Itu akibat dari anak putus sckolah, daripada tidak ada yang dikcrjakan lebih baik dikawinkan, itu kcputusan
orang tuanya. Padahal saat kita tanyakan kepada anak perempuannya. rata-rata mcrcka masih ingin sekolah,"ucap Sunarto. Prioritas program BKKBN untuk
tahun 2013 ini. katanya. adalah memberikan
penyuluhan kepada masyarakat tentang pernikahan dini. khususnya di dacrah yang jauh dari kota. Scmcntara pada Rakcrda kali ini ditandatangani dua Mou
kepahaman, pcrtama antara Pcrwakilan BKKBN Prov.Kalsel dengan BPKP dan kedua antara Pcrwakilan BKKBN Provinsi Kalsel dengan Badan Pusat Statistik
(BPS). Mou antara Pcrwakilan BKKBN Kalsel dengan BPKP berisi tentang penyediaan informasi data yang dimiliki kedua bclah pihak dalam rangka
mcwujudkan pengembangan data basis kependudukan yang akurat. Scdangkan MoU antara Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel dengan BPS tentang Tata
Kclola Kcpcmerintahan yang baik di lingkungan perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel. Tcma Rakcrda Kali ini "Dcngan komitmen Bersama Kita Perccpat
Pcmbangunan Kcpcnduduk dan Kcluarga Bcrcncana mcnuju Pcncapaian MDG's 2015." Rakcrda yang dihadiri pula BKKBN Pusat adalah Kcpala Biro Hukum
dan Organisasi
Kemasyarakaian dan Humas Bapak Bddy Purwanto itu diikuti pula Dr Ahmad Sanusi. MPA, Deputi Kcpala BPKP Bidang Pcngawasan Insitansi Pcmcrintah
Pusat Bidang Politik, Sosial dan kcamanan (ban)